Ada seorang anak perempuan yang bernama Andini. Dia anak yang sangat cantik, pintar, taat beribadah dan berdo’a.Tapi dia adalah anak yang kuat dan pemberani.
Pada suatu hari di sekolah gurunya mengabarkan bahwa hari sabtu dan minggu kelas 6 (enam) akan kemping ke hutan. Tentu saja Andini sangat senang mendengar kabar itu. Saat pulang Andini segera memberitahu ibunya.
“Ibu, hari sabtu sampai minggu aku kemping ke hutan“ kata Andini memberitahu ibu.
“Wah iya kah? Nanti ibu belikan bekal untukmu“ jawab ibu dengan senyum yang manis.
Malam pun tiba Andini langsung menyiapkan pakaian setelah shalat maghrib tiba-tiba terdengar suara ibu
“Andini, ayo makan dulu nanti lanjut lagi!” panggil sang ibu.
“Iya bu.” jawab Andini.
Setelah makan Andini lanjut menyiapkan keperluan untuk kemping. Setelah selesai menyiapkan untuk kemping Andini shalat isya setelah itu dia tidur.
Paginya Andini sudah bangun saat jam setengah lima subuh. Jam menunjukan ke angka enam saat Andini segera mandi. Disekolah Andini bertemu Asyifa, Amel, Atha dan Anggi.
”Hai… kalian lagi apa?” tanya Andini sambil menyapa Asyifa dan yang lain.
“Hai… Kami lagi baca buku. Kalo aku lagi baca buku yang judulnya Hadia Terindah Untuk Ibu ciptaan Chris Oetoyo. Mengharukan, aku sampai nangis bacanya.” jawab Asyifa
”Kalau aku baca buku Serba Salah yang ditulis Jennie Liandra. Lucu banget…” jawab Atha sambal tertawa kecil.
Setelah mereka berbincang-bincang ibu guru memanggil mereka,
”Anak-anak ayo naik bis kita berangkat” panggil ibu guru.
Setelah berjam-jam di bis akhirnya mereka nyampe.
”Anak-anak, ayo bangun! Kita sudah sampai” perintah ibu guru.
Mereka segera membangun tenda. Malam pun tiba mereka segera mandi dan makan malam habis itu bebas mau ngapain .
”Eh, kita main tebak-tebakan yuk yang kalah harus nyanyi lagu,” usul Anggi
”Yuk” jawab yang lain.
Pagi pun tiba. keempat sahabat itu pun bangun dan pergi ke sungai untuk whudu dan shalat subuh.
Jam menunjukan ke angka delapan pagi. Mereka senam dan sarapan. Saat hari mulai siang keempat sahabat itu pergi ke hutan untuk mencari tanaman langka yang belum pernah mereka liat. Namun tiba-tiba datang dua penjahat
”Eh, kalian mau kemana?” tanya salah satu penjahat.
”Kami lagi jalan-jalan kalian siapa“ tanya Athaya.
”Tha, kayanya mereka penjahat deh” kata Anggi membisikan ke telinga Atha sambil ketakutan.
”Kami penjahat. Mau apa kalian disini” kata penjahat itu.
Asyifa memberikan aba-aba,”1,2,3…Lari!” teriak Asyifa.
“Eh, jangan lari kalian!”
Keempat orang itu lari terbirit-birit menuju perkemahan.
Saat sampai mereka segera memberitahu ibu guru mengenai peristiwa ini. Ibu guru segera menelpon polisi. Beberapa menit kemudian polisi datang dan menanyakan kejadian itu. Ibu guru itupun menceritakan kejadiannya ke pak polisi.
Saat dicari tahu mereka adalah penculik tumbal. Ditemukan banyak tengkorak dan mayat korban. Ada sekitar 46 korban yang sudah tertangkap. Polisi pun segera menangkap penjahat itu dan di penjara selama 9 tahun.
Ternyata sudah jam setengah satu, mereka segera makan dan sholat lalu mereka tidur sebentar. Saat jam empat mereka shalat ashar dan segera pulang.
Saat sampai di rumah mereka menceritakan kejadian itu kepada orangtuanya. Orangtuanya sangat terkejut mengetahui kejadian ini. Tapi mereka bersyukur anak mereka masih diberi keselamatan oleh Allah. Sejak saat itu mereka berhati-hati jika datang ketempat yang baru di kenal agar kejadian itu tidak terulang.

Comments
Post a Comment